Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Sejarah Suku Lauje

Suku Dunia ~ Lauje adalah suku bangsa yang antara lain berdiam di wilayah kecamatan Tomini, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam penelitian lapangan tentang sistem budaya masyarakat terasing di Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh Anrini Sofion dan Tri Choesianto (1986), orang Lauje diperkirakan tidak hanya berdiam di Kecamatan lain dalam kabupaten Donggala, bahkan ada pula yang berdiam di wilayah Kabupaten Poso dan Luwu Banggai. Jumlah orang Lauje di wilayah Kecamatan Tomini, yang seluruh penduduknya berjumlah 37.032 jiwa pada tahun 1984, tidak lagi diketahui secara pasti. Di Kecamatan ini mereka sebagian berdiam di sekitar pantai Teluk Tomini dan lainnya di daerah pegunungan. Ciri Fisik Orang Lauje Dalam laporan penelitian tersebut diatas dapat diketahui ciri-ciri fisik orang Lauje, antara lain, tinggi tubuh kaum prianya rata-rata 160 sentimeter, dan kaum wanita 150-155 sentimeter. Warna kulitnya Sawo matang sampai kehitam-hitaman. Rambutnya sebagian lurus dan sebagian...

Sejarah Suku Dayak Kantuk

Suku Dunia ~ Kantuk adalah salah satu kelompok orang Dayak yang berdiam dalam wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Dalam Kabupaten tersebut mereka lebih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Nanga Kantuk, yang berada di sekitar anak-anak sungai di bagian Hulu Sungai Kapuas. Sumber lain menyebutkan bahwa orang Kantuk ini ada pula yang bermukim dalam wilayah Kecamatan Semitau. Lingkungannya merupakan hutan primer dan hutan sekunder. Orang Dayak Kantuk ini memiliki bahasa tersendiri yaitu bahasa Kantuk. Belum diperoleh informasi berapa jumlah penutur bahasa ini. Bila orang Kantuk bermukim di kedua kecamatan tersebut di atas, maka mereka berada misalnya di antara 4.900 jiwa penduduk Kecamatan Nanga Kantuk dan 9.198 jiwa penduduk Kecamatan Semitau tahun 1982. Mereka tinggal berkelompok dalam suatu rumah panjang (rumah tegoh). Rumah panjang ini dengan struktur multi keluarga permanen terletak di pusat wilayah pemukiman. Selain itu ada gubuk di ladang yang merupakan tempat ...

Mengenal Suku Mandobo

Suku Dunia ~ Mandobo adalah suku bangsa yang menyebut dirinya Mandub-Wambon, yang berdiam antara sungai Digul dan sungai Kao, yang berada dalam wilayah Kecamatan Mandabo. Kecamatan ini merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Wilayah kecamatan ini dialiri sungai Mandobo, sebagai cabang dari Sungai Digul yang bermuara di pantai barat daya Kabupaten Merauke. Di bagian timur Kecamatan Mandobo bertautan dengan wilayah Kecamatan Waropko dan Kecamatan Mindip Tana, dimana kedua kecamatan ini langsung berbatasan dengan wilayah negara Papua Nugini. Wilayah ini tertutup hutan lebat, hampir tidak ada perbedaan antara musim hujan dan musim kering. Di tengah hutan itu terdapat pemukiman-pemukiman kecil yang letaknya terpencar, yang jaraknya berjam-jam perjalanan. Beberapa rumah terdapat di tengah kebun pada sebidang tanah yang hutannya sudah di tebang. Di sana terdapat ladang sagu dan tambak ikan, dan disanalah mereka mencari makan, kayu bakar, bahan bangunan, atau tumbuh-t...

Sejarah Suku Lahat

Suku Dunia ~ Lahat adalah suku bangsa yang menetap terutama di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Orang Lahat menyebut diri mereka jeme Lahat. Di kalangan masyarakat Lahat sendiri sebenarnya masih dikenal lagi pembagian kelompok masyarakatnya. Kelompok-kelompok masyarakat yang masih tergolong ke dalam kelompok Lahat tersebut adalah orang Lematang, Kikim, Pasemah, dan Lintang, sehingga dulu mereka sering juga disebut kelompok Lekipali. Bahasa Lahat termasuk rumpun bahasa Melayu dengan dialek sendiri. Di antara kelompok-kelompok khusus yang disebut Lekipali tersebut juga berkembang dialek-dialek tersendiri yang berbeda satu sama lain. Dari perbedaan dialek tersebut mereka saling mengetahui asal lawan bicaranya. Di Kabupaten Lahat, orang Lahat tersebar di beberapa kecamatan, dan disini mereka hidup berbaur dengan suku bangsa pendatang lainnya. Hal ini dimungkinkan, antara lain, karena kota kabupatennya, yaitu Kota Lahat, merupakan daerah lintas antarprovinsi di Sumatera Selatan....

Sejarah Suku Loloan

Suku Dunia ~ Loloan suatu komunitas yang berada dalam lingkungan wilayah Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Warga komunitas ini merupakan pemeluk agama Islam yang terbilang taat. Mereka berada di tengah lingkungan mayoritas masyarakat suku bangsa Bali yang merupakan pemeluk taat agama Hindu Dharma. Sumber tertentu mencatat bahwa masyarakat Loloan merupakan keturunan pendatang dari Sulawesi, Kalimantan, bahkan ada yang datang dari Malaysia. Kata loloan berasal dari kata liloan yang artinya "berkelok-kelok". Kata liloan berasal dari bahasa pendatang tersebut, yang diucapkan ketika mereka untuk pertama kalinya menyusuri Sungai Ijogading yang penuh kelokan. Pendatang pertama ke daerah yang sekarang disebut Loloan ini adalah rombongan keturunan Sultan Wajo dari Sulawesi. Mereka sampai ke daerah ini karena dikejar-kejar oleh tentara VOC (Belanda) pada pertengahan abad ke-17. Pada masa itu, kedatangan mereka diterima baik oleh I Gusti Ngurah Pancoran, Raja Jembrana. Raja Jembrana ...