Langsung ke konten utama

Mengenal Suku Lani

Suku Dunia ~ Lani adalah salah satu kelompok etnik yang berdiam di daerah Pegunungan Jawawijaya. Sebagian wilayah mereka merupakan suatu lembah yang luas dan indah dan dibelah oleh aliran Sungai Ilarong.


Daerah dengan ketinggian di atas 1.500 meter ini bersuhu 6-21 derajat celcius. Di sepanjang aliran sungai, lereng bukit, bahkan sampai ke puncak bukit, orang Lani membuat ladang-ladang (keremon). Di sekitarnya masih terlihat hutan-hutan lebat, namun sebagian tampak gundul dan ditumbuhi alang-alang dengah semak-semak tipis bekas peladangan mereka.


Lembah Ilaga ini selain didiami oleh orang Lani yang berjumlah 5.000 jiwa, juga didiami oleh 1.500 jiwa orang Damal. Lembah ini pun didiami oleh para penyiar agama Kristen disamping pegawai pemerintah. Sebenarnya sebagian besar, sekitar 4.000 jiwa, orang Dalam mendiami kecamatan lain. Masyarakat lembah ini menggunakan dua bahasa, orang Lani menggunakan bahasa Lani dan orang Damal menggunakan bahasa Damal.

Baca juga : Sejarah Suku Damal

Orang Lani menganut garis keturunan berdasarkan prinsip patrilineal, artinya mereka memperhitungkan hubungan kekerabatan melalui pihak laki-laki. Adat menetap sesudah nikahnya virilokal, artinya sesudah nikah pasangan pengantin berdiam di sekitar lingkungan kerabat pihak suami.

Masyarakat Lani mengenal sistem monety, artinya keseluruhan masyarakat Lani seolah-olah terbagi atas dua paro-masyarakat. Kedua paro-masyarakat itu berfungsi mengatur perkawinan, yang mengharuskan seseorang mencari pasangan dari paro-masyarakat lain. Masyarakat Lani tidak mengenal nama untuk setiap paro-masyarakat itu. Sebaliknya paro-masyarakat pada suku bangsa Dalam mempunyai nama yaitu Mom dan Magaij.

Setiap paro-masyarakat terdiri atas sejumlah klen yang masing-masing merupakan kelompok keturunan dari satu nenek moyang. Orang Lani di lembah Ilaga terdiri atas 16 klen yang masing-masing mempunyai nama sendiri. Di lembah Ilaga ini tersebar kumpulan rumah bulat yang dapat disebut hamlet. Setiap hamlet biasanya terdiri atas enam rumah dengan penghuni rata-rata tujuh orang.

Sumber : Ensiklopedi Suku Bangsa Di Indonesia oleh M. Junus Melalatoa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Suku Lio

Suku Dunia ~ Lio adalah suku bangsa yang merupakan salah satu kelompok penduduk asal pulau Flores di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada pendapat bahwa orang Lio merupakan kelompok tertua di pulau Flores itu. Wilayah pemukiman orang Lio ini sekarang menjadi wilayah beberapa kecamatan, yaitu kecamatan Ndona, Kecamatan Detusoko, Kecamatan Wolowaru, dan Kecamatan Mourole, yang merupakan bagian dari Kabupaten Ende. Ini berarti wilayah kediaman orang Lio ini mencakup sebagian besar wilayah Kabupaten Ende, sedangkan selebihnya tiga kecamatannya lainnya, yaitu Kecamatan Nangapanda, Ende, dan Kopeta Ende merupakan wilayah asal suku bangsa Ende. Orang Lio juga ada yang bermukim dalam Kecamatan Paga, yang merupakan bagian dari Kabupaten Sikka. Orang Lio memiliki bahasa sendiri yaitu bahasa Lio yang digunakan oleh anggota masyarakat di Kecamatan atau komunitas-komunitas tersebut di atas tadi. Di pulau Flores ini, orang Lio bertetangga dengan beberapa suku bangsa asal lainnya, misalnya orang ...

Sejarah Suku Luwu

Suku Dunia ~ Orang Luwu merupakan penduduk asal yang berdiam dalam wilayah Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Daerah kediaman orang Luwu ini biasa disebut 'Tana Luwu' yang berada di daerah pantai, dan orangnya sendiri dinamakan 'To Luwu', dimana 'to' berarti 'orang', dan 'Luwu' berasal dari kata 'loo' atau 'lau' yang berarti 'laut'. Orang Luwu merupakan sebagian dari suku bangsa Bugis. Namun, Luwu konon menjadi asal negeri-negeri dan kerajaan-kerajaan orang Bugis. Luwu, juga Bone dan Gowa merupakan kerajaan tertua di Sulawesi Selatan, yang dianggap sebagai peletak dasar adat-istiadat orang Bugis dan Makassar. Kerajaan Luwu berdiri sebelum abad ke-8 yang didirikan oleh Batara Guru yang dianggap keturunan Dewa. Kini bekas istana raja Datu Luwu dijadikan museum yang dinamakan museum Batara Guru. Kini Daerah Luwu ini menjadi telah menjadi 3 buah Kabupaten yang dinamakan K...

Sejarah Suku Laut

Suku Dunia ~ Orang Laut terdiri atas kelompok-kelompok sosial yang berdiam di berbagai kawasan perairan Indonesia, seperti di perairan sekitar pulau Sumatera bagian timur, Kalimantan, Sulawesi, Flores, bahkan ada yang mengembara sampai ke perairan Malaysia dan Filipina. Orang Laut biasa juga dinamakan Suku Laut. Pada berbagai kawasan perairan tersebut subkelompok orang Laut disebut orang Bajau atau Bajo, orang Muara, dan orang Ameng Sewang. Dilihat dari latar belakang asal-usul mereka, para ahli mengkategorikan orang Laut sebagai sisa turunan nenek moyang bangsa Indonesia yang datang bermigrasi dari daratan Benua Asia sekitar tahun 2500-1500 SM. Mereka tergolong sebagai Melayu (Malayan Mongoloid). Pada masa itu mereka merupakan pendukung kebudayaan batu baru (neolithicum). Bahasa yang mereka gunakan merupakan suatu dialek bahasa Melayu. Contoh kata dialek orang Laut (Bajau) di Jambi adalah mando (mandi), nosi (nasi), koyu (kayu), dan lain-lain. Jumlah keseluruhan orang Laut tidak dapa...