Langsung ke konten utama

Sejarah Suku Citak

Suku Dunia ~ Orang Citak merupakan satu kelompok etnik yang berdiam dalam wilayah Kecamatan Citak Mitak, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Mereka ini berdiam di sekitar aliran sungai Wildeman dan sungai Sua. Wilayah pemukiman kelompok ini berdekatan dengan beberapa kelompok etnik lainnya, seperti kelompok Awyu, Yaqai, Asmat. Dilihat dari hasil-hasil karya seninya orang Citak bersama dengan orang Mimika dan ketiga kelompok tersebut diatas termasuk wilayah gayaseni Barat-Daya. Hasil penelitian para ahli menyimpulkan, bahwa wilayah gayaseni Barat-Daya ini merupakan satu dari sembilan wilayah gayaseni yang terdapat di Papua.


Orang Citak memiliki bahasa sendiri yaitu bahasa Citak atau terkadang disebut bahasa Kaunak. Ada yang berpendapat bahasa ini merupakan salah satu dialek dari bahasa Asmat yang termasuk rumpun bahasa Papua. Jumlah penutur bahasa ini diperkirakan sekitar 4.000 jiwa, yang sekaligus sebagai perkiraan jumlah orang Citak. Kecamatan Citak Mitak yang luasnya 2.156 kilometer persegi itu pada tahun 1987 berpenduduk 8.811 jiwa. Dalam wilayah ini masih ada kelompok-kelompok lain, seperrti kelompok Butu Katnao, Kuruwai, dan Sirape.

Baca juga :
Kelompok orang Citak bersama dengan kelompok lain dalam wilayah gayaseni Barat-Daya tadi masih menunjukkan sifat-sifat khas masing-masing, misalnya bahasa dan beberapa aspek budaya, disamping adanya unsur-unsur persamaan. Sebelum berlangsungnya penetrasi kebudayaan Barat kelompok-kelompok tadi menunjukkan ciri umum seperti berikut ini. Mereka hidup dengan pola semi nomadis, karena mereka selalu mencari daerah baru yang masih kaya akan pohon sagu dan binatang buruan yang hidup pada taraf ekonomi subsisten. Sistem kekerabatannya menganut prinsip matrilineal, adat menetap nikah matrilokal, sistem pergaulan kekerabatan bilateral, sistem istilah kekerabatan yang klasifikatoris. Hal yang terakhir ini dimaksudkan bahwa istilah-istilah untuk kelompok kerabat dari satu kelompok generasi adalah sama. Mereka juga tidak mengenal sistem klen.

Semula mereka tidak tinggal dalam kampung-kampung permanen, tetapi terpencar dalam kampung-kampung kecil. Setelah ada paksaan dari pemerintah Belanda barulah mereka tinggal dalam dusun-dusun yang lebih besar. Hal ini untuk memudahkan pengawasan dari pihak pemerintah masa itu, yang baru saja memperkenalkan agama Nasrani. Makanan pokok orang Citak adalah sagu dan gizinya diperkaya dengan ikan dan daging. Sagu dan ikan adalah hasil ramuan kaum wanita, dan daging merupakan hasil buruan kaum pria. Dalam memperoleh bahan makanan itu, mereka menggunakan perahu. Perahu untuk kepentingan keluarga panjangnya sekitar 10 meter, sedangkan untuk berburu lebih ramping dan panjangnya sekitar empat meter.

Orang Citak pernah mengembangkancabang seni semacam seni drama dan seni rupa. Seni tersebut sebagai bagian dari upacara-upacara yang mereka lakukan. Seni memahat dan membuat perisai untuk tarian merupakan satu kemahiran yang luar biasa. Teknik mengukir dan pilihan warna yang ditampilkan pada perisai-perisai orang Citak ini sama dengan yang dihasilkan orang Asmat dan orang Awyu.

Sumber : Ensiklopedi Suku Bangsa Di Indonesia oleh M. Junus Melalatoa
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Suku Lio

Suku Dunia ~ Lio adalah suku bangsa yang merupakan salah satu kelompok penduduk asal pulau Flores di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada pendapat bahwa orang Lio merupakan kelompok tertua di pulau Flores itu. Wilayah pemukiman orang Lio ini sekarang menjadi wilayah beberapa kecamatan, yaitu kecamatan Ndona, Kecamatan Detusoko, Kecamatan Wolowaru, dan Kecamatan Mourole, yang merupakan bagian dari Kabupaten Ende. Ini berarti wilayah kediaman orang Lio ini mencakup sebagian besar wilayah Kabupaten Ende, sedangkan selebihnya tiga kecamatannya lainnya, yaitu Kecamatan Nangapanda, Ende, dan Kopeta Ende merupakan wilayah asal suku bangsa Ende. Orang Lio juga ada yang bermukim dalam Kecamatan Paga, yang merupakan bagian dari Kabupaten Sikka. Orang Lio memiliki bahasa sendiri yaitu bahasa Lio yang digunakan oleh anggota masyarakat di Kecamatan atau komunitas-komunitas tersebut di atas tadi. Di pulau Flores ini, orang Lio bertetangga dengan beberapa suku bangsa asal lainnya, misalnya orang ...

Sejarah Suku Luwu

Suku Dunia ~ Orang Luwu merupakan penduduk asal yang berdiam dalam wilayah Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Daerah kediaman orang Luwu ini biasa disebut 'Tana Luwu' yang berada di daerah pantai, dan orangnya sendiri dinamakan 'To Luwu', dimana 'to' berarti 'orang', dan 'Luwu' berasal dari kata 'loo' atau 'lau' yang berarti 'laut'. Orang Luwu merupakan sebagian dari suku bangsa Bugis. Namun, Luwu konon menjadi asal negeri-negeri dan kerajaan-kerajaan orang Bugis. Luwu, juga Bone dan Gowa merupakan kerajaan tertua di Sulawesi Selatan, yang dianggap sebagai peletak dasar adat-istiadat orang Bugis dan Makassar. Kerajaan Luwu berdiri sebelum abad ke-8 yang didirikan oleh Batara Guru yang dianggap keturunan Dewa. Kini bekas istana raja Datu Luwu dijadikan museum yang dinamakan museum Batara Guru. Kini Daerah Luwu ini menjadi telah menjadi 3 buah Kabupaten yang dinamakan K...

Sejarah Suku Laut

Suku Dunia ~ Orang Laut terdiri atas kelompok-kelompok sosial yang berdiam di berbagai kawasan perairan Indonesia, seperti di perairan sekitar pulau Sumatera bagian timur, Kalimantan, Sulawesi, Flores, bahkan ada yang mengembara sampai ke perairan Malaysia dan Filipina. Orang Laut biasa juga dinamakan Suku Laut. Pada berbagai kawasan perairan tersebut subkelompok orang Laut disebut orang Bajau atau Bajo, orang Muara, dan orang Ameng Sewang. Dilihat dari latar belakang asal-usul mereka, para ahli mengkategorikan orang Laut sebagai sisa turunan nenek moyang bangsa Indonesia yang datang bermigrasi dari daratan Benua Asia sekitar tahun 2500-1500 SM. Mereka tergolong sebagai Melayu (Malayan Mongoloid). Pada masa itu mereka merupakan pendukung kebudayaan batu baru (neolithicum). Bahasa yang mereka gunakan merupakan suatu dialek bahasa Melayu. Contoh kata dialek orang Laut (Bajau) di Jambi adalah mando (mandi), nosi (nasi), koyu (kayu), dan lain-lain. Jumlah keseluruhan orang Laut tidak dapa...